Home ยป Ahmad Basarah Ungkap Kondisi PDIP Sikapi Arah Politik Jokowi di 2024
Indonesia News Politics Politik

Ahmad Basarah Ungkap Kondisi PDIP Sikapi Arah Politik Jokowi di 2024


Surabaya – Presiden RI Joko Widodo yang merupakan kader PDI Perjuangan (PDIP) hingga kini belum menyatakan secara tegas sosok yang akan ia dukung di Pilpres 2024. Terakhir saat acara Rakernas Projo di Arena Gelora Bung Karno Sabtu (14/10) lalu, Jokowi meminta relawan untuk sabar menunggu terlebih dahulu.

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah saat ditanya awak media bagaimana suasana PDIP terkait sikap Jokowi yang belum menyatakan secara terang-terangan arah dukungannya? Basarah memberi jawaban ini.

“Beberapa minggu terakhir ini banyak spekulasi yang berkembang di alam pikir dan suasana kebatinan, bukan hanya PDIP, tapi juga rakyat Indonesia keseluruhan mengenai bagaimana sebenarnya sikap arah dan keputusan Pak Jokowi terhadap pilpres ini,” kata Basarah di Kantor PDIP Jatim, Minggu (15/10) melalui rekaman suara yang diterima detikJatim, Senin (16/10/2023).

Basarah lalu menceritakan soal kedekatan dirinya dengan Jokowi. Terutama saat ia mendampingi Jokowi kampanye pada tahapan Pilpres 2014.

Anggota DPR RI Dapil Jatim V (Malang Raya) ini merasa yakin Jokowi merupakan sosok yang baik. Menurutnya, Jokowi saat ini hanya sedang berusaha menjalankan politik persatuan, seperti yang dilakukan Presiden Soekarno dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Dia menjalankan politik persatuannya Bung Karno, ketika menyatukan bangsa yang beragam ini dengan Pancasilanya. Beliau menjalankan politik persatuan yang dijalankan Bu Megawati. Ketika Bu Mega jadi presiden, Bu Mega lah orang pertama yang meminta rakyat Indonesia tidak menghujat Pak Harto,” Basarah.

Basarah lalu menceritakan soal kedekatan dirinya dengan Jokowi. Terutama saat ia mendampingi Jokowi kampanye pada tahapan Pilpres 2014.

Anggota DPR RI Dapil Jatim V (Malang Raya) ini merasa yakin Jokowi merupakan sosok yang baik. Menurutnya, Jokowi saat ini hanya sedang berusaha menjalankan politik persatuan, seperti yang dilakukan Presiden Soekarno dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Dia menjalankan politik persatuannya Bung Karno, ketika menyatukan bangsa yang beragam ini dengan Pancasilanya. Beliau menjalankan politik persatuan yang dijalankan Bu Megawati. Ketika Bu Mega jadi presiden, Bu Mega lah orang pertama yang meminta rakyat Indonesia tidak menghujat Pak Harto,” Basarah.

Sumber : detikcom

Translate