Home » Soal Kasus FIFA U20, Pentingnya Belajar Alam Geopolitik Bung Karno
Asia Defence Indonesia Israel News Politics

Soal Kasus FIFA U20, Pentingnya Belajar Alam Geopolitik Bung Karno



Jakarta – Politisi PDI Perjuangan Anton DH Nugrahanto menegaskan belajar dari kasus FIFA U20 yaitu betapa pentingnya belajar sejarah yang benar, belajar alam geopolitik Bung Karno yang membawa bangsa ini besar dan dihormati. Dan memusatkan pada perhatian dihapusnya imperialis dan kolonialis apapun alasannya. 

“Karena sesungguhnya politik luar negeri Indonesia adalah keberpihakan yaitu berpihak pada penyusunan tatanan baru bangsa-bangsa yang bebas dari penjajahan,” ujarnya, Senin (27/3). 

Sementara, lanjutnya, untuk FIFA juga bisa dijadikan pelajaran bagi mereka seperti sikap standar ganda yang keterlaluan. Bayangkan Rusia diklaim menganeksasi Ukraina belum sampai 1 tahun tapi Rusia dilarang bermain pada Piala Dunia 2022 sementara Israel sudah menganeksasi Palestina nyaris 80 tahun. Namun Israel didiamkan tak ada sanksi sama sekali. 

Anton menilai bila FIFA menjatuhkan sanksi pada Indonesia karena penolakannya terhadap tim Israel maka ini akan jadi konsekuensi besar Indonesia berpihak pada kemanusiaan dan konstitusi yang disepakatinya sejak 1945.  

“Semoga sanksi tersebut tidak terjadi karena kita semua percaya pada Presiden Jokowi dan melalui Menlu dan Menteri BUMN bisa memgambil terobosan mencari solusi yang membuat semua pihak happy,” tandasnya.

Namun, ia menambahkan sekiranya sanksi tetap diberikan karena Indonesia membela kemanusiaan, dan setia pada sejarah dan hukum internasional, maka tidak perlu berkecil hati, Indonesia tetap akan tercatat sebagai bangsa yang berdiri dengan kepala tegak, terhormat, dan berwibawa di mata dunia Internasional.

Alasan segelintir orang yang meneriakkan “Safe Soccers” juga berlebihan. Mereka tidak melihat, justru dengan ketegasan Koster, Ganjar dan kader PDI Perjuangan lainnya, bangsa ini kembali melek sejarah dan lalu berjuang keras membangun kesebelasan yang handal. 

Dalam sepakbola, Indonesia tidak hanya jadi event organizer, namun kedepan membangun tim bola yang handal.

Sumber: Gesuri

Translate