Home » Ragam Tanggapan Gibran Mulai Hak Angket, PHPU, Kaesang Maju Pilgub DKI, hingga Isu Ganjar Ditawari Menteri
Asia Featured Global News Indonesia News Politics

Ragam Tanggapan Gibran Mulai Hak Angket, PHPU, Kaesang Maju Pilgub DKI, hingga Isu Ganjar Ditawari Menteri


Jakarta – Cawapres terpilih Gibran Rakabuming Raka menanggapi sejumlah fenomena politik yang terjadi akhir-akhir ini. Wali Kota Solo yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu memberikan respons terkait antara lain hak angket, sengketa Pilpres 2024, hingga soal capres 03 Ganjar Pranowo ogah jadi menterinya capres terpilih Prabowo Subianto.

Berikut ragam tanggapan Gibran terhadap sejumlah fenomena politik belakangan, dirangkum Tempo.co:

1. Ganjar usul hak angket, Gibran: matur nuwun Pak Ganjar

Sebelumnya Ganjar Pranowo mendorong partai politik pengusungnya menggulirkan hak angket untuk mempertanyakan dugaan kecurangan pemilihan presiden atau Pilpres 2024. Dia meminta Komisi II DPR mendorong para anggota Dewan menggelar sidang atau memanggil para penyelenggara pemilu untuk diminta pertanggungjawaban.

Ganjar menyampaikan usulan itu dalam rapat Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud di gedung High End, Jakarta Pusat pada Kamis, 15 Februari 2024. Dia menuturkan dugaan kecurangan pada Pilpres 2024 harus disikapi. Jika DPR tak siap dengan hak angket, Ganjar kemudian mendorong penggunaan hak interpelasi.

Gibran, yang merupakan cawapres 02, mengucapkan terima kasih kepada Ganjar Pranowo atas usulan yang disampaikan eks Gubernur Jawa Tengah itu. Hal ini disampaikan Gibran saat dimintai tanggapan terhadap usulan Ganjar tersebut seiring berbagai dugaan kecurangan usai hitung cepat hasil Pilpres.

Matur nuwun Pak Ganjar atas masukan-masukannya,” kata Gibran kepada awak media di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 21 Februari 2024.

2. Kubu Amin minta cawapres 02 didiskualifikasi, Gibran: Kalau kalah, Pilpres diulang lagi sampai jagoannya menang

Tim Hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) telah mendaftarkan permohonan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 ke MK pada Kamis, 21 Maret 2024. Dalam permohonan tersebut, mereka meminta MK mengadakan pemungutan suara ulang Pilpres 2024 tanpa Gibran. Artinya, Wali Kota Solo itu diharapkan didiskualifikasi.

“Seandainya nanti diterima oleh MK, kami mengharapkan diadakan pemungutan suara ulang tanpa diikuti oleh calon wakil presiden nomor 02 (Gibran Rakabuming Raka) saat ini,” ujar Ketua Tim Hukum AMIN, Ari Yusuf Amir, di Gedung MK, Jakarta Pusat.

Gugatan tersebut kemudian tanggapan dari Gibran. Putra sulung Presiden Jokowi itu mempersilakan bagi yang ingin memproses masalah pemilu sesuai dengan jalurnya. “Paslon 01 dan 03 jika ada hal-hal yang kurang berkenan, sudah ada jalurnya masing-masing, monggo (silakan),” katanya saat ditemui wartawan di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin, 25 Maret 2024.

Saat disinggung perihal materi gugatan agar dilaksanakan pemilu ulang tanpa dirinya, Gibran justru balik bertanya, apakah jika nanti pemilu benar-benar diulang dan ternyata jagoan yang diusung kalah, maka pemilu harus diulang lagi sampai jagoannya menang. “Misalnya nanti diulang, terus jagoannya kalah, apa mau diminta lagi, apakah akan diulang sampai menang ya itu,” ujar Gibran.

3. Soal sengketa Pilpres 2024, Gibran: Ikuti saja prosesnya

Kubu Anies mengajukan gugatan atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 360 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota secara Nasional dalam Pemilihan Umum Tahun 2024. Perkara itu teregistrasi dengan nomor 1/PHPU.PRES-XXII/2024.

Gibran enggan memberikan komentar banyak saat dimintai tanggapan soal digelarnya sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau PHPU Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi pada Rabu, 27 Maret 2024. Dia meminta agar mengikuti saja prosesnya.

“Ya kita mengikuti proses yang ada aja ya. Nggih? Nggih? (Ya?),” kata Gibran saat ditemui awak media di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu siang, 27 Maret 2024.

4. Kaesang maju Pilgub Jakarta, Gibran: Tanyakan ke PSI dong!

Partai Solidaritas Indonesia atau PSI DKI Jakarta menjagokan ketua umumnya, Kaesang Pangarep, untuk maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta di ajang Pilkada 2024. Wali Kota Solo yang juga kakak sulung Kaesang, Gibran Rakabuming Raka, ogah komentar soal wacana itu. Dia meminta agar itu ditanyakan ke PSI.

“Ya tanyakan ke PSI dong,” ujarnya singkat saat dilontari pertanyaan dari wartawan yang menemuinya di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Kamis, 28 Maret 2024.

5. Ganjar ogah jadi menterinya Prabowo, Gibran: yang menawari siapa?

Ganjar Pranowo lebih memilih berada di luar pemerintahan dibanding mengisi jabatan menteri pada pemerintahan yang akan datang. Ia menyebut berada di luar pemerintahan agar mekanisme check and balance terjaga.

“Kalau saya berada di luar mungkin itu jauh lebih baik karena check and balance pasti akan terjadi dan lebih banyak yang hebat di kelompoknya masing-masing,” kata Ganjar dalam keterangannya, Selasa 26 Maret 2024.

Pernyataan Ganjar ini kemudian menuai respons Gibran. Saat diminta tanggapannya atas sikap Ganjar itu, Gibran justru melontarkan pertanyaan soal siapa yang menawarkan kursi jabatan menteri itu. “Yang menawari siapa?” ujar Gibran saat ditemui di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu, 27 Maret 2024.

Saat ditanya apakah pilihan Ganjar dapat diartikan sebagai penolakan terhadap niatan kubu Prabowo Subianto yang ingin merangkul semua pihak setelah Pemilu 2024, dia enggan berkomentar banyak. Dia mengaku tidak tahu-menahu.“Yo enggak tahu. Lha (Ganjar) mau (jadi menteri) enggak?” ujarnya kembali bertanya.

Gibran mengaku tidak mengetahui ada tawaran jabatan menteri. Menurutnya hal itu tidak ada. “Kalau penawarannya (jabatan menteri) saya enggak tahu. Setahu saya enggak ada penawaran seperti itu,” kata dia.

Sumber: tempo.co

Translate